Pagi ini, saya mengantar mas Fachri ke sekolah. Biasanya diantar Uti, tapi karena suatu hal, kami harus gantian.
Kesempatan seperti ini, sedikit langka bagi saya. Jadi, sejak dari rumah kamera Hp saya selalu on, saya jepret di setiap gerak mas Fachri yang menurut saya menarik.
Salah satunya adalah parkir sepeda. Ternyata mas Fachri memilih untuk memarkirkan sepedanya di bawah pohon. Sepeda itu diparkir dengan apiknya, dan ditata agar tampak lurus.
Di PAUD ANGGREK pelemgede, ada dua anak yang selalu naik sepeda saat berangkat dan pulang sekolah. Mereka adalah mas Fachri dan mas Dika. Mereka berdua kenal di PAUD. Dan sekarang mereka akrab, bak sahabat sejati. Namun, saya belum tahu apakah di usia mas Fachri sudah mengenal konsep sahabat?
Sejauh pengamatan saya, mas Fachri akan menganggap seseorang itu sebagai teman ketika mas Fachri sudah kenal dan nyaman dengan orang tersebut.
Dan mungkin, begitulah sejatinya teman atau sahabat. Mereka adalah orang yang membuat kita nyaman, baik dalam keadaan senang ataupun sedih. Benarkah begitu?
Senin ini ternyata penuh kejutan. Saya menemukan beberapa hal yang baru yang bisa diterima oleh mas Fachri.
1. Ini adalah kali pertama mas Fachri mau memakai baju berbahan katun dengan senang hati. Iya, seragam yang digunakan itu masih baru. Belum pernah dicoba. Kemaren dapet langsung saya cuci terus dipake hari senin. Belum dipermak, jadi masih kegedean. Tapi, tetep kece dipake... 😂😂😂
2. Sepatu hitam yang diberi nama Hachika. Sepatu itu adalah pilihan mas Fachri sendiri. Sudah lama sepatu itu ditelantarkan dan gak dipakai, karena milih pakai sepatu merah, si sepatu super. Dan pagi ini, karena memakai seragam, ternyata pilihan sepatu jatuh pada si hitam, Hachika. Kata mas Fachri, "merah sama orange gak pas. Baguse sama hitam... "😂😂😂

Lucunya mas Fachri. Tetap semangat ya, Nak :)
BalasHapus