Tampilkan postingan dengan label #ODOP #Batch3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ODOP #Batch3. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 September 2017

Sepeda


Pagi ini,  saya mengantar mas Fachri ke sekolah.  Biasanya diantar Uti,  tapi karena suatu hal,  kami harus gantian.

Kesempatan seperti ini,  sedikit langka bagi saya.  Jadi,  sejak dari rumah kamera Hp saya selalu on,  saya jepret di setiap gerak mas Fachri yang menurut saya menarik.

Salah satunya adalah parkir sepeda. Ternyata mas Fachri memilih untuk memarkirkan sepedanya di bawah pohon.  Sepeda itu diparkir dengan apiknya,  dan ditata agar tampak lurus.

Di PAUD ANGGREK pelemgede,  ada dua anak yang selalu naik sepeda saat berangkat dan pulang sekolah.  Mereka adalah mas Fachri dan mas Dika.  Mereka berdua kenal di PAUD. Dan sekarang mereka akrab,  bak sahabat sejati.  Namun,  saya belum tahu apakah di usia mas Fachri sudah mengenal konsep sahabat?

Sejauh pengamatan saya,  mas Fachri akan menganggap seseorang itu sebagai teman ketika mas Fachri sudah kenal dan nyaman dengan orang tersebut.

Dan mungkin,  begitulah sejatinya teman atau sahabat.  Mereka adalah orang yang membuat kita nyaman,  baik dalam keadaan senang ataupun sedih. Benarkah begitu?

Senin ini ternyata penuh kejutan.  Saya menemukan beberapa hal yang baru yang bisa diterima oleh mas Fachri.
 
1. Ini adalah kali pertama mas Fachri mau memakai baju berbahan katun dengan senang hati.  Iya,  seragam yang digunakan itu masih baru.  Belum pernah dicoba.  Kemaren dapet langsung saya cuci terus dipake hari senin.  Belum dipermak,  jadi masih kegedean.  Tapi,  tetep kece dipake...  😂😂😂

2. Sepatu hitam yang diberi nama Hachika.  Sepatu itu adalah pilihan mas Fachri sendiri. Sudah lama sepatu itu ditelantarkan dan gak dipakai, karena milih pakai sepatu merah,  si sepatu super.  Dan pagi ini,  karena memakai seragam,  ternyata pilihan sepatu jatuh pada si hitam,  Hachika.  Kata  mas Fachri,   "merah sama orange gak pas.  Baguse sama hitam... "😂😂😂

Jumat, 08 September 2017

Watermelon


Ada yang tau lagu  Watermelon? Saya yakin, banyak sahabat yang tahu tentang lagu tersebut.

Lagu Watermelon tidak asing. Banyak dinyanyikan, baik dikalangan anak-anak,  remaja,  pun hingga emak-emak. Sungguh,  lagu yang begitu populer.

Siang ini. Ditengah teriknya panas yang mengudara.  Saya pulang kerja dengan memilih jalan kaki.  Iya,  tidak apa-apa.  Sesekali.  Ingin merasakan kenikmatan gendong tas ransel dibawah teriknya sinar mentari.  Dan ternyata aku tidaklah setangguh pada masa kuliah. Dulu,  kampus - Kos saya jabani jalan kaki,  meski hari masih atau sudah terik.  Apalagi Kos - Mirota,  panas yang merekah pun akan terkalahkan. 😂😂😂

Siang ini saya cuma jalan sedikit.  Tidak ada 1KM,  dan itu di RT sebelah.  Kebetulan tadi Pertemuan Kelompok untuk ibu-ibu PKH Pelemgede.  Jadi, dari Kecamatan saya pulangkan motor dan  saya jalan kaki menuju lokasi.   Sungguh,  panasnya terasa luar biasa.

Namun,  mungkin panas ini tidaklah seberapa dibanding dengan panasnya diluar sana.  Dimana?  Di lokasi-lokasi yang terjadi musibah kebakaran,  pembakaran,  atau bahkan pembantaian.

Sesampai di rumah,  panas ini semakin terasa karena tidak ada sambutan ceria si kecil.  Usut punya usut,  ternyata Mas Fachri sedang main ke rumah mbak Esti. Dan,  hanya satu yang ingin kulakukan,  minum sebanyak-banyaknya di depan kulkas.

Selang beberapa menit, aku mendengar langkah kecil dan suara imutnya dari depan rumah.  Mas Fachri ternyata melantunkan lagu.

"Watermelon - watermelon,  banana-banana,  papaya - papaya,  tomato - tomato."

Seketika,  aku tepuk tangan girang dan menyapanya.

Apa yang teman-teman bayangkan ketika mendengar lagu tersebut?
Mungkin buah yang segar.... 🍉🍉🍉

Namun,  selain bayangan buah yang segar,  ternyata lagu tersebut membawa kenangan dan ingatan tersendiri 4 tahun silam,  saat diklat PKH di Balai Diklat Yogyakarta.  Ada apa gerangan dengan lagu tersebut?  Lagu yang unik dan sudah dimodifikasi beserta gerakan-gerakan yang luar biasa datangkan semangat dan gelak tawa.  Dulu,  saat diklat lagu itu dinyanyikan oleh mbak Anik,  Pendamping PKH Margorejo - Pati.

Ingatkah kalian,  sobat?