Kamis, 07 September 2017

Pulang

Menuju tengah malam. Ketika semua bersiap untuk istirahat,  handphone (HP) butut ibu berbunyi. HP butut itu ternyata ada di depan tv.  Dan kebetulan Pak Dhe masih npnton tv.

"angkat wae,  kak." suara itu terdengar dari dalam. Lalu,  terdengar suara kaki ibu melangkah.

Aku yang sudah di dalam kamar mendengar keributan yang terjadi di ruang tengah.

"Yawes,  ati-ati ya Ndhuk." terdengar suara ibu mengakhiri percakapan.

"Ternyata Hpnya sudah pindah tangan." pikirku.

Aku tak ingin ambil pusing dengan percakapan yang terjadi di ruang tengah.  Tapi,  hatiku menolak untuk tidak serta ambil pusing.  Gemes rasanya, ingin sekali aku memaki.  Tapi memaki siapa? Dan memaki iru meripakan hal yang tak patut.

Sudah berulang kali diingatkan, kalau perjalanan jauh usahakan jangan malam.  Kenapa?  Karena alangkah lebih baiknya ketika tengah malam si gadis berada di rumah.  Setuju?

Beberapa hari yang lalu, kamu mengirimkan pesan "Mbah,  besok malam aku kesana dengan temanku naik bis."

Semua senang dengan kabar itu,  termasuk eyang D yang jauh datang dari Kalimantan.  Maka,  dengan senang hati pesan itu dibalas. "Iya. Nek bisa ajak adikmu dan ojo bengi-bengi ya... "

Dan nyatanya?  Malam ini,  jam 22.00 kamu telpon mengabarkan kamu di terminal terboyo.  Tahukah kamu?  Kamu itu gadis. Ayolah, tanamkan rasa simpati dan empati untuk keluargamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar