Siang ini terik bukan main. Mau tidur gak bisa, baca buku pun mas Fachri gak mau. Akhirnya, kami bermain di belakang. Di tempat kecil yang terletak antara kandang sapi dan kamar mbah.
Di sini, mas Fachri membuat kemah-kemahan dari sak warna biru yang biasanya digunakan mbah Uti memanaskan gabah hasil panen.
Ternyata di sini lumayan silir. Aku memilih tiduran di bangku kecil tempat biasa mas Fachri tiduran.
Sedangkan mas Fachri bermain palu di ketuk-ketukkan di Pasir dan main selang kecil punya Akung. Katanya maen "cakruk".
Karena semilirnya angin di siang hari nan terik, akupun mulai mengantuk. Namun, ngantukku berangsur hilang ketika mendengar suara mas Fachri bernyanyi sambil menggerakkan tangan sesuai lagu yang dikumandangkan.
"Di tangan ini ada do'a
Di mulut ini ada do'a
Di dada ini ada do'a
Mari kita berdo'a."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar