Rabu, 19 April 2017

CINTA

"Mbak,  kamu tau cinta itu apa?"
" gak tau!! "
"kamu mah gitu.  Gak pernah tau apa itu cinta".
"yakali..  Kamu kira aku ini pujangga yang mesti tau cinta. Aku mah cukup seneng jadi bakul coklat,  yang tiap valentin para remaja beli coklat di sini.  Katanya buat pacarnya.  Tanda cinta gitu. Atau,  ada lagi.  Biasanya mereka beli coklat buat kado ulang tahu.  Lagi dan lagi,  katanya buat pacarnya.  Tanda cinta lagi. " bergaya ala pujangga.

Aku terbelalak mendengar jawaban Rumisih tetanggaku itu.  Ya,  Rumisih adalah pengusaha coklat yang beken seantero kampung.  Coklatnya lucu-lucu dan lumer kalo dimakan.  Tak heran banyak yang pesan.  Apalagi di hari-hari spesial layaknya yang diberitakan di tipi-tipi.

Tapi masak ya coklat. Coklat dan cinta.  Benarkah berhubungan?

Kalo kata guru mtsku, cinta adalah kejernihan jiwa.  Jika kamu melakukan sesuatu,  kamu ikhlas melakukannya.  Tanpa pamrih,  pun tanpa imbalan.  Ya,  semua itu karena cinta.

Tapi kalo kata emak,  cinta itu realita.  Bukan hanya untuk nafsu,  juga bukan karena uang.  Kalo yang ini sedikit rumit. Kenapa?  Saya sering melihat di tipi-tipi, berita-berita yang menyakitkan atau pembunuhan seringkali disebabkan uang.  Padahal mereka berumah tangga.  Apa itu berarti mereka tidak memiliki cinta?

Itulah kenapa saya bilang kalo kata Emak ini sedikit rumit. Ya,  rumit.  Karena kita harus bisa menyeimbangkan antara cinta dan juga realita yang ada. Tidak boleh semena-mena memperlakukan cinta.  Jadi,  ada atau tiada uang maka cinta harus dirawat dan dipupuk.  Karena bisa jadi dengan adanya cinta yang terawat maka semua akan mengikuti.
Ah,  aku ini malah ngelantur.

" Mbak Rum,  aku pulang dulu" segera aku beranjak dari hadapannya.
"eehhhh..  Lha iki pie coklatmu? "
"buat mbak Rumisih aja! "
" Lho pie tho.  Dasar bocah.  Cinta kok dipikir.  Cinta ki ya dilakoni.  Ora mung dipikir.  Wes lah,  karepmu.  Lumayan enthuk coklat.  Iso tak jual manih".


Pelemgede,  100417


3 komentar:

  1. Xixiixixi lucu ... suka bun cinta itu ya dilakoni ora mung dipikir 😂

    BalasHapus
  2. Aseekkk.... Ya begitulah mbak... 😄

    BalasHapus
  3. Aseekkk.... Ya begitulah mbak... 😄

    BalasHapus