Rabu, 19 Juli 2017

Jangan Salahkan Dia

"Dia selalu menjerumuskanku!! Merusak hariku,  menelantarkan rencana, dan juga agenda baruku." aku menjerit,  lalu melempar tas hello kitty kesayanganku begitu saja. Aku mondar-mandir di kamar pengap berukuran 3x4 m hingga kutemukan wajahku terpantul pada cermin kusam.  Kutatap wajahku lekat-lekat,  hingga tanpa sadar aku menamparnya.

"Kenapa kamu selalu menuruti bisikannya? Bodoh! " aku melotot pada wajah polos itu. Kejadian tadi pagi terulang dengan jelas dalam ingatan.  Saat mendengar suara adzan subuh,  aku tak segera bangun, tapi semakin terlelap dan membenamkan wajah ke dalam empuknya kapas yang terbungkus indah dalam balutan kain berwarna hijau.
 
"Lihat!  Gara-gara dia,  kamu ketinggalan kelas.  Dan terakhir,  kamu tidak diperbolehkan masuk kelas mengikuti pelajaran." gerutuku, masih kesal dengan wajah yang balik memelototiku.

"Key,  kok sudah pulang?  Bukannya hari ini ada kuliah Sintaksis ya?" tanya Rena teman satu kosku.

"Aku gak dibolehin masuk kelas sama Pak Haman,  Ren." aku geram.  Lalu mendekati Rena yang duduk di bibir tempat tidurku.

"Jangan sentuh dia!" ucapku tiba-tiba kepada Rena yang mendekap si ijo.
 
"Kenapa?" Rena kaget,  lalu meletakkan si ijo ke tempat semula.

"Semua ini gara-gara dia!" aku menatap nanar si ijo.

"What?" Rena tergelak. "Kamu yakin menyalahkan si Ijo ini?" tanya Rena meyakinkan sambil menggendong si Ijo.

"Lihat ini,  lihat!  Harusnya kamu berterimakasih pada si Ijo. Dia itu barang mati yang baik hati.  Tak pernah protes mau diperlakukan si empunya sebagai apa.  Kamu lupa?  Siapa yang menemani dan mendengarkan celotehmu di malam hari? Siapa yang mau menampung air mata dan ingus setelah kamu puas mengadu kepada Allah di malam hari?  Siapa yang siap menopang kepala baumu dikala kamu terlelap? Ijo!  Bukan yang lain!" Rena melemparkan si Ijo ke wajahku,  lalu meninggalkan aku yang mencoba menangkap si Ijo.

Akupun mulai tersadar,  tak seharusnya aku menyalahkan Si Ijo yang telah menjadi teman tidur setiaku.

Dokumen pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar